3 Negara Tempat Telegram Lebih Populer Dibanding WhatsApp

3 Negara Tempat Telegram Lebih Populer Dibanding WhatsApp – Kecanggihan dan ketatnya sistem keamanan yang ditawarkan oleh Telegram menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengguna pesan instan.

Kalau dilihat secara kuantitas, kamu dapat melihat tingginya minat pengguna pesan instan Telegram di beberapa negara. Ethiopia, Iran, dan Uzbekistan adalah tiga negara yang paling banyak menggunakan Telegram.

Negara-negara ini bahkan mengesampingkan keberadaan Whatsapp. Orang yang jatuh hati pada Telegram umumnya tertarik pada fitur enkripsi dan ciri khas Telegram yang tidak membutuhkan sumber daya smartphone yang besar.

Ada sekitar 200 juta pengguna Telegram di seluruh negara. Jumlahnya memang masih kalah dibanding WhatsApp dengan jumlah 1 miliar pengguna secara global. Walau begitu, Telegram tetap menarik dibicarakan.

Penasaran tentang ketiga negara yang disebut di atas. Ini dia penjelasan lebih lanjut tentang 3 negara dengan pengguna Telegram yang mengalahkan jumlah pemakai WhatsApp:

1. Ethiopia

Ethiopia menjadi negara yang membanggakan untuk Pavel Durov, pencipta aplikasi Telegram. Di kawasan ini WhatsApp tampaknya tak mencuri perhatian warganya, sebab Telegram lebih populer dan banyak digunakan oleh penduduk setempat.

Ukuran berkas instalasi yang kecil jadi alasan kenapa warga negara ini memilih Telegram. Kamu hanya akan membutuhkan data sebesar 49 MB sedangkan WhatsApp memiliki ukuran file instalasi 103 MB.

Lalu angka pengguna yang terlihat besar itu dipengaruhi banyak faktor. Penetrasi internet di Ethiopia masih terbilang kecil, yakni 15% dari populasi sebesar 105 juta jiwa. Belum lagi ketika menelisik lebih dalam, karena faktanya dari total 53 juta penduduk, hanya 3,8 juta orang Ethiopia yang aktif di media sosial. Karena itulah pengguna Telegram di Ethiopia terlihat besar.

Alasan berikutnya adalah keberadaan fitur enkripsi end-to-end pada Telegram, yang memberi keamanan kenyamanan lebih pada penduduk negara itu.

Ethiopia termasuk negara yang ketat soal aktivitas di dunia maya. Berdasarkan penelitian, negara itu bahkan sampai memiliki program mata-mata atau spyware untuk mencari para pembakang yang menyebarkan propaganda anti-pemerintah.

2. Iran

Aplikasi chat instan yang paling banyak digunakan di Iran adalah Telegram. per 2017, negara ini disebut-sebut memiliki 40 juta pengguna Telegram aktif. Terbilang banyak, tapi bukan berarti luar biasa.

Sialnya, Iran juga membatasi penggunaan Telegram, dan berencana memblokir aplikasi ciptaan Pavel Durov tersebut. Pemerintah Iran sendiri telah menyediakan aplikasi lokal sebagai pengganti Telegram dan sejumlah aplikasi lain yang dianggap membahayakan masyarakat.

Kalau jadi diblokir, akankah penduduk di sana merindukan Telegram? Atau malah mereka beralih ke aplikasi chat instan lainnya?

3. Uzbekistan

Uzbekistan disebut menjadi salah satu negara dengan pengguna Telegram tertinggi di dunia. Angka dan alasannya tidak diketahui secara pasti. Namun tampaknya tidak jauh-jauh dari soal betapa ringannya aplikasinya, yang memang tidak memakan banyak sumber daya perangkat smartphone.

Penetrasi Telegram ternyata jauh lebih luas dibanding yang barangkali bisa dibayangkan oleh kebanyakan pengguna aplikasi chat instan. Alasannya pun bermacam-macam, mulai dari kesederhanaan, keamanan, sampai fitur-fitur yang tidak memungkinkan iklan untuk masuk.

Semakin banyaknya aplikasi chat instan yang bisa dipilih, semakin banyak waktu bagi kamu untuk mempertimbangkan mana yang paling layak dipilih. Untuk tiga negara yang disebut di atas, penduduknya mungkin beranggapan bahwa keamanan aplikasi chat jadi nilai yang lebih dipertimbangkan ketimbang yang lain.

Jadi, kamu pilih yang mana, Telegram atau aplikasi chat lainnya?

You May Also Like

About the Author: Naomi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *