Telegram Semuanya: Dari Pesaing WhatsApp Hingga Ancaman Pemblokiran Pemerintah

Telegram Semuanya: Dari Pesaing WhatsApp Hingga Ancaman Pemblokiran Pemerintah – Kehadiran Telegram memang menuai banyak komentar. Banyak orang melihatnya sebagai pesaing kuat WhatsApp, tetapi beberapa negara melihatnya sebagai ancaman serius.

Dan memang, Telegram memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh para pesaingnya: grup Telegram dapat menampung lebih dari 100.000 anggota. Selain itu, pengguna juga dapat membuat pesan tersembunyi, menjadwalkan pesan untuk dihapus pada waktu tertentu, dan sebagainya.

Tidak mengherankan jika Telegram menghadapi ketidaksetujuan tidak hanya di Indonesia tetapi juga di beberapa negara di mana aplikasi ini dianggap berbahaya jika digunakan oleh warganya.

Telegram tampaknya semakin populer dengan banyak negara yang memvetonya. Aplikasi yang dikembangkan oleh Pavel Durov ini dinilai mengancam stabilitas keamanan negara.

Dari pesaing serius WhatsApp hingga ancaman larangan pemerintah, inilah semua yang harus Anda ketahui tentang Telegram.

1. Telegram membantu membuat grup besar

Telegram memiliki banyak keunggulan dibandingkan WhatsApp. Pengguna Telegram diizinkan untuk membuat grup terenkripsi ketat dengan 100.000 anggota. Coba bandingkan dengan WhatsApp yang hanya bisa menampung hingga 256 anggota per grup.

Kemampuan ini menarik orang-orang yang membutuhkan media perpesanan yang memungkinkan lebih banyak orang berkumpul. Namun kelebihan ini juga membuatnya dibenci oleh beberapa pihak, terutama pemerintah. Mereka menduga Telegram menjadi sarang komunikasi bagi kelompok-kelompok yang mengganggu keamanan.

Selain itu, Telegram sebenarnya adalah tempat yang menyenangkan bagi orang-orang yang suka membicarakan topik tertentu dan mengundang banyak orang untuk berbagi tentang hal yang sama.

Misalnya, jika Anda tertarik dengan cryptocurrency dan ingin memperluas pengetahuan Anda tentangnya; Telegram menyediakan platform saluran tempat penambang cryptocurrency berkumpul. Di saluran seperti itu Anda bisa mendapatkan segala macam informasi tentang topik ini.

2. Pesan Telegram dienkripsi secara ketat dan dihancurkan sendiri

Fitur enkripsi yang kuat memberikan kemampuan bagi seseorang untuk menjadwalkan penghapusan pesan. Anda juga dapat mengirim pesan terenkripsi dalam bentuk pesan rahasia tanpa diketahui oleh pengguna lain.

Karena keuntungan tersebut, Telegram dianggap sebagai aplikasi yang digunakan oleh sekelompok orang untuk mendistribusikan konten yang melanggar hukum, seperti ajakan propaganda, kegiatan teroris, dll.

Pemerintah Indonesia juga memblokir Telegram karena alasan ini, meski akhirnya dicabut setelah Telegram berjanji akan memperbaiki kebijakannya dalam mengenkripsi data perpesanan.

3. Telegram melindungi pengguna dari serangan peretas

Pesan terenkripsi Telegram memungkinkan pengguna tingkat keamanan yang tinggi. Anda tidak perlu khawatir pesan yang kita kirimkan dibaca oleh orang lain.

4. Pasti, tapi diduga sarang teroris

Meskipun menyediakan platform yang aman untuk bertukar pesan, pemerintah Indonesia pernah memblokir Telegram karena dianggap sebagai saluran yang berisi propaganda yang mempromosikan radikalisme, terorisme, pandangan kebencian, ajakan atau cara membuat bom, cara melakukan penyerangan, dll.

Karena itu, Telegram pernah dianggap melanggar hukum dan peraturan di Indonesia.

Sejauh ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah meminta Internet Service Provider (ISP) untuk berhenti mengakses (memblokir) sebelas Domain Name System (DNS) milik Telegram.

Telegram lebih menonjol dibandingkan aplikasi serupa lainnya dengan berbagai keunggulannya dan harapannya untuk menciptakan aplikasi pesan instan yang aman. Meskipun demikian, ia dibenci oleh beberapa pihak.

Yah, mungkin itu artinya tidak ada yang sempurna.

You May Also Like

About the Author: Naomi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *